Daftar Sebutan Fisioterapi

Fisioterapi(s)

Indonesia

Physical therapist

Afghanistan, Australia, Bahamas, Barbados, Bermuda, Cambodia, Canada, Greece, Hungary, Iceland, Israel, Jamaica, Japan, Korea, Macau, Mauritius, Norway, Pakistan, Romania, Saudi Arabia, Singapore, South Africa, Spain, Suriname, Syria, Taiwan, Thailand, Ukraine, United Kingdom, United States of America, Zambia

Physical therapy consultant, Physical therapy practitioner, Physical therapy specialist

Egypt

Physiotherapeftis

Greece

Physiotherapeut, Physiotherapeutin, Physiothérapeute

Austria, Switzerland

Physiothérapie/ Physiotherapie

Canada, Rwanda

Physiotherapist

Afghanistan, Australia, Austria, Bahamas, Bangladesh, Belgium, Bermuda, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Canada, Curaçao, Czech Republic, Denmark, Estonia, Ethiopia, Fiji, Finland, Ghana,Guyana, Hong Kong, Hungary, India, Indonesia, Ireland,Jamaica, Jordan, Kenya, Latvia, Luxembourg, Malawi, Malta, Mauritius, Mexico, Montenegro, Namibia, Netherlands, New Zealand, Nigeria, Pakistan, Paraguay, Poland, Portugal, Rwanda, Saudi Arabia, Serbia, Singapore, Slovakia, Slovenia, South Africa, Sri Lanka, Switzerland, Trinidad, Tobago, Turkey, Uganda, United Kingdom, Zambia, Zimbabwe

Prefix Dr. and suffix PT

Bangladesh

Sjúkraþjálfari

Iceland

Terapia Física

Mexico

Visi fizioterapeut

Serbia

Pengertian Fisioterapi

Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi.

Profesi fisioterapi memiliki sebutan yang berbeda di beberapa negara berdasarkan penggunaan bahasa.

Di Indonesia, tertulis dalam bahasa Indonesia yaitu F-I-S-I-O-T-E-R-A-P-I.

Seorang fisioterapis dapat membantu individu/masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan dan mencapai kualitas hidup setinggi-tingginya, melalui bentuk palayanan promotif, preventif, kuratif, habilitatif dan rehabilitatif.

Fisioterapis dapat menjalankan praktik pelayanan Fisioterapi secara mandiriatau bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Fisioterapis dalam memberikan pelayanan fisioterapi memiliki tanggungjawab profesi yang secara hirarki dapat diawasi oleh fisoterapis dengan kompetensi yang lebih tinggi. Fisioterapis juga bekerjasama/berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Untuk menjamin pelayanan fisioterapi yang berkualitas, maka fisioterapis diawasi oleh fisioterapis yang memiliki level kompetensi lebih tinggi. Dalam hal profesi kesehatan lainnya, maka fisioterapis bersifat kolaboratif dan bukan Supervisi. Keamanan bagi pasien dan fisioterapis adalah prinsip kerja fisioterapis berdasarkan kehati-hatian, evidance based practice physiotherapy dan etika profesi. Pelayanan berkualitas diperoleh dengan direct access sehingga sasaran mutu Rumah Sakit akan lebih mudah tercapai. Hal tersebut berkaitan dengan response time penanganan, efektifitas dan efisiensi pelayanan terhadap pasien.