Artikel Fisioterapi

  • TELAAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN FISIOTERAPI DI INDONESIA

    Posted by Admin

    Sejarah Pendidikan Fisioterapi Di Indonesia

    Berawal pada tahun 1956 berdiri Sekolah Perawat Fisioterapi yang diikuti oleh utusan dari Rumah Sakit dan orang yang telah berpengalaman dalam bidang keperawatan selama 2 tahun dan memiliki ijazah SMP. Kemudian, pada tahun 1957 didirikan Sekolah Assisten Fisioterapi. Perkembangan selanjutnya berdiri Akademi Keperawatan Fisioterapi (1967 – 1970). Awal berdirinya Akademi Fisioterapi Murni Non. Keperawatan pada Tahun 1970 di Solo-Jawa Tengah. Yang kemudian disusul pada tahun 1984 Akademi Fisioterapi (Akfis Depkes Ujungpandang) di jalan adiaksa,kemudian direlokasi ke Daya Ujungpandang tahun 1988. Hingga saat ini institusi penyelenggara pendidikan fisioterapi terdiri dari Program Pendidikan Fisioterapi dengan jenjang Diploma III sebanyak 33 program studi, jenjang diploma IV sebanyak 8 program, Pendidikan S1 Fisioterapi sebanyak 11 program, pendidikan profesi sebanyak 2 program dan program magister dengan kekhususan fisioterapi terdapat 1 program.

    Read more
  • KESEIMBANGAN PADA MANUSIA

    Posted by Admin

    Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan tubuh ketika di tempatkan di berbagai posisi. Definisi menurut O’Sullivan, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama ketika saat posisi tegak. Selain itu menurut Ann Thomson, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh dalam posisi kesetimbangan maupun dalam keadaan statik atau dinamik, serta menggunakan aktivitas otot yang minimal. Keseimbangan juga bisa diartikan sebagai kemampuan relatif untuk mengontrol pusat massa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) terhadap bidang tumpu (base of support).

    Read more
  • EFEK TRANSCUTANEUS EECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) PADA INFERTILITAS

    Posted by Admin

    Sering kali pasangan suami istri mengalami masalah saat masa kehamilan tak kunjung datang, padahal hasil pemeriksaan obgyn menunjukkan kedua pasangan sehat. Suatu penelitian tentang efek penambahan Fisioterapi dengan TENS menunjukkan hasil yang membanggakan. Penelitian dilakukan pada seorang wanita usia 30 tahun yang telah 3 kali melakukan program inseminasi (fertilisasi in vitro dan transfer embrio) namun dengan hasil kegagalan. Selanjutnya Intervensi dilakukan dengan Burst TENS selama tujuh sesi yang diterapkan setiap hari dari hari ke dua induksi ovulasi yang dilakukan. Dengan ultrasonography transvaginal didapatkan penurunan indeks resistensi setelah diberikan TENS. Hasil akhir menunjukkan bahwa 16 jam setelah inseminasi dilakukan telah dicapai sebuah kehamilan tunggal. Kesimpulan bahwan penambahan TENS terjadi pengurangan luar biasa pada resistensi rahim serta kehamilan yang sukses.

    Read more

Jurnal Fisioterapi