- Mar 10,2026
- Fisio.id
Lutut Sakit Saat Shalat? Ini Tips dari Fisioterapis Agar Tetap Khusyuk
Bagi banyak orang, shalat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga momen menenangkan diri. Namun tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan nyeri lutut saat ruku, sujud, atau duduk di antara dua sujud. Kondisi ini sering membuat gerakan terasa tidak nyaman bahkan mengganggu kekhusyukan ibadah.
Sebagai praktisi kesehatan gerak, fisioterapis melihat masalah ini cukup sering terjadi, terutama pada orang usia di atas 40 tahun, penderita osteoarthritis, atau mereka yang jarang melakukan latihan fleksibilitas.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada lutut saat shalat? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Mengapa Lutut Bisa Sakit Saat Shalat?
Gerakan shalat melibatkan berbagai posisi yang membutuhkan fleksi (tekukan) lutut yang cukup besar seperti berdiri, ruku, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Penelitian menunjukkan bahwa gerakan shalat melibatkan fleksi lutut dan panggul yang dalam, sehingga menuntut kelenturan dan kekuatan sendi yang baik.
Pada kondisi tertentu, gerakan ini dapat menimbulkan nyeri, misalnya pada:
1. Osteoarthritis lutut
Osteoarthritis adalah penyebab paling umum nyeri lutut pada usia dewasa dan lansia. Penyakit ini terjadi karena kerusakan tulang rawan sendi, sehingga sendi menjadi kaku, nyeri, dan sulit bergerak.
Pada penderita osteoarthritis, gerakan seperti berlutut, jongkok, atau duduk di lantai dapat meningkatkan tekanan pada sendi lutut dan menimbulkan rasa sakit.
2. Kekakuan sendi dan otot
Jika seseorang jarang melakukan aktivitas fisik atau peregangan, otot di sekitar lutut dapat menjadi kaku sehingga gerakan shalat terasa berat.
3. Kelebihan berat badan
Berat badan berlebih meningkatkan beban pada sendi lutut sehingga mempercepat kelelahan sendi.
4. Cedera lutut sebelumnya
Riwayat cedera seperti robekan ligamen atau meniskus juga dapat menyebabkan nyeri saat posisi sujud atau duduk.
Apakah Shalat Berbahaya untuk Lutut?
Secara umum, shalat tidak berbahaya bagi sendi dan bahkan dapat memberikan manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas shalat dapat membantu menjaga kelenturan dan rentang gerak sendi jika dilakukan dengan kondisi tubuh yang sehat.
Namun pada orang dengan gangguan lutut, gerakan tertentu bisa terasa menyakitkan sehingga perlu modifikasi yang aman.
Tips dari Fisioterapis Agar Lutut Tetap Nyaman Saat Shalat
Berikut beberapa tips praktis yang dapat membantu mengurangi nyeri lutut saat shalat.
1. Lakukan pemanasan ringan sebelum shalat
Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah dan kelenturan otot.
Contoh pemanasan sederhana (2–3 menit):
- Gerakan menekuk dan meluruskan lutut
- Peregangan paha depan (quadriceps)
- Peregangan paha belakang (hamstring)
- Gerakan ankle pump
Ini membantu sendi lutut lebih siap bergerak.
2. Gunakan alas shalat yang lebih empuk
Lantai yang keras dapat meningkatkan tekanan pada lutut saat sujud atau duduk.
Fisioterapis sering menyarankan:
- sajadah tebal
- alas lutut
- karpet yang empuk
Beberapa pedoman klinis bahkan menyarankan permukaan yang empuk atau pelindung lutut untuk mengurangi tekanan pada sendi.
3. Bangun dan turun secara perlahan
Saat berpindah dari berdiri ke sujud atau sebaliknya:
- gunakan tangan sebagai penopang
- jangan terlalu cepat
- aktifkan otot paha
Teknik ini membantu mengurangi beban mendadak pada lutut.
4. Jaga kekuatan otot paha
Otot paha (quadriceps) adalah penopang utama sendi lutut.
Latihan yang direkomendasikan fisioterapis:
- straight leg raise
- mini squat
- duduk berdiri dari kursi
- latihan sepeda statis
Otot yang kuat membantu menstabilkan lutut dan mengurangi nyeri.
5. Jaga berat badan ideal
Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada sendi lutut secara signifikan. Menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi nyeri lutut.
6. Gunakan modifikasi shalat bila perlu
Dalam kondisi nyeri berat atau osteoarthritis lanjut, shalat dapat dimodifikasi tanpa mengurangi nilai ibadah.
Beberapa pilihan yang dianjurkan oleh panduan klinis:
- shalat dengan kursi
- menghindari posisi duduk berlutut terlalu lama
- mengurangi fleksi lutut yang terlalu dalam
Dalam Islam sendiri, ibadah dapat dilakukan sesuai kemampuan fisik.
Kapan Harus ke Fisioterapis?
Segera konsultasi ke fisioterapis jika:
- nyeri lutut berlangsung lebih dari 2 minggu
- lutut terasa bengkak
- sulit berdiri atau berjalan
- nyeri semakin berat saat shalat
Fisioterapis dapat melakukan pemeriksaan fungsi gerak dan memberikan program latihan yang tepat.
Penutup
Shalat adalah aktivitas spiritual sekaligus aktivitas fisik yang melibatkan koordinasi tubuh. Nyeri lutut bukan alasan untuk berhenti beribadah, tetapi menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih.
Dengan latihan yang tepat, teknik gerakan yang baik, serta modifikasi yang aman, ibadah tetap dapat dilakukan dengan nyaman dan khusyuk.
Jika nyeri terus berlanjut, jangan ragu berkonsultasi dengan fisioterapis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Referensi Ilmiah
- Pane RV et al. Correlation Between Knee Osteoarthritis Pain and the Ability to Perform Salat. International Islamic Medical Journal, 2024.
- Mortada M et al. Clinical Practice Guidelines for Knee Osteoarthritis. Egyptian Rheumatology and Rehabilitation, 2025.
- Torlak MS et al. Effect of Salat Activity on Knee Pain and Range of Motion.
- Chokkhanchitchai S et al. Effect of Religious Practice on Knee Osteoarthritis. Clinical Rheumatology.
- Study on Range of Motion of Hip and Knee in Muslim Prayer Postures.
- Coggon D et al. Occupational Kneeling and Squatting as Risk Factors for Knee Osteoarthritis.