- Mar 10,2026
- Fisio.id
Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa: Kata Fisioterapis
Bulan Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru aktivitas fisik yang tepat selama berpuasa dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, mempertahankan kekuatan otot, serta mendukung kesehatan sendi dan sistem metabolisme.
Fisioterapis menekankan bahwa olahraga tetap aman dilakukan saat puasa selama memperhatikan waktu, intensitas, dan jenis aktivitas yang sesuai.
Mengapa Tetap Perlu Bergerak Saat Puasa?
Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan waktu istirahat. Tanpa aktivitas fisik, risiko seperti penurunan kebugaran, kekakuan sendi, dan penurunan massa otot dapat terjadi.
Aktivitas fisik ringan hingga sedang membantu:
- menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi
- meningkatkan sirkulasi darah
- mempertahankan daya tahan tubuh
- menjaga kesehatan metabolisme
Dalam pelayanan kesehatan, aktivitas fisik juga merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pelayanan kesehatan yang menekankan upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif dalam sistem kesehatan Indonesia.
Kapan Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa?
Menurut fisioterapis, ada beberapa waktu yang relatif aman untuk berolahraga selama Ramadan.
1. Menjelang Berbuka (30–60 menit sebelum berbuka)
Ini merupakan waktu yang paling sering direkomendasikan.
Alasannya:
- energi masih tersedia untuk aktivitas ringan
- setelah selesai olahraga, tubuh bisa segera mendapatkan cairan dan nutrisi saat berbuka
- risiko dehidrasi lebih rendah
- Aktivitas yang cocok dilakukan antara lain:
- jalan santai
- stretching atau peregangan
- bersepeda ringan
2. Setelah Berbuka Puasa
Olahraga juga dapat dilakukan sekitar 1–2 jam setelah berbuka, ketika tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan dan cairan.
Pada waktu ini seseorang dapat melakukan aktivitas dengan intensitas sedikit lebih tinggi, seperti:
- jogging ringan
- latihan kekuatan ringan
- latihan stabilitas dan keseimbangan
Namun tetap dianjurkan menghindari olahraga yang terlalu berat agar tidak mengganggu pencernaan dan waktu istirahat.
3. Setelah Salat Tarawih
Sebagian orang memilih berolahraga setelah tarawih karena tubuh sudah beradaptasi dengan asupan makanan.
Aktivitas yang cocok dilakukan antara lain:
- jalan santai
- latihan mobilitas tubuh
- latihan penguatan ringan
Intensitas Olahraga yang Disarankan
Saat puasa, olahraga sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Fisioterapis menyarankan durasi sekitar 20–40 menit, tergantung kondisi kebugaran masing-masing individu.
Tanda olahraga yang aman saat puasa antara lain:
- masih dapat berbicara saat beraktivitas
- tidak merasa pusing atau lemas
- tidak mengalami dehidrasi berlebihan
- Jika muncul keluhan seperti pusing, mual, atau kelelahan ekstrem, olahraga sebaiknya dihentikan.
Tips Aman Berolahraga Saat Puasa
Agar olahraga selama Ramadan tetap aman dan bermanfaat, perhatikan beberapa tips berikut:
- pilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang
- lakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik
- cukup minum air saat berbuka dan sahur
- hindari olahraga saat cuaca terlalu panas
- perhatikan kondisi kesehatan masing-masing
Peran Fisioterapis dalam Edukasi Aktivitas Fisik
Fisioterapis memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai aktivitas fisik yang aman dan efektif sesuai kondisi kesehatan individu.
Selain rehabilitasi cedera, fisioterapis juga berperan dalam:
- edukasi gaya hidup aktif
- pencegahan gangguan muskuloskeletal
- peningkatan kebugaran masyarakat
- Pendekatan ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Tetap Aktif Selama Ramadan
Puasa bukan penghalang untuk tetap aktif. Dengan memilih waktu yang tepat dan jenis olahraga yang sesuai, aktivitas fisik justru dapat membantu menjaga kesehatan selama Ramadan.
Mulailah dari aktivitas ringan, dengarkan sinyal tubuh, dan lakukan olahraga secara konsisten.
Tubuh yang aktif akan membantu kita menjalani Ramadan dengan lebih sehat, bugar, dan produktif.